(ABNA24.com) Sayid Abbas Mousavi Selasa (14/01) menyebut langkah trioka Erppa mengaktifkan mekanisme penyelesaikan sengketa sebagai sebuah langkah pasif dan karena mereka lemah. "Proses penyelesaian sengketa di JCPOA telah memulai sejak satu tahun lalu dengan mengirim surat resmi kepada koordinator komisi bersama JCPOA dan saat ini dari sisi proses dan bukan praktis, tidak ada hal baru yang terjadi," papar Mousavi.
Mousavi menjelaskan, selama satu tahun lalu, pihak Eropa di JCPOA meski memiliki komitmen di kesepakatan ini dan dengan transparan serta resmi memberi janji pasca keluarnya AS dari JCPOA di komisi bersama, tetap tidak mampu menunjukkan langkah serius dan nyata untuk menunaikan komitmennya. Oleh karena itu, menurut Mousavi, Iran berdasarkan pasal 26 dan 36 perjanjian nuklir, menghentikan komitmennya dalam lima tahap.
Jubir kemenlu Iran menekankan, Iran seperti sebelumnya siap sepenuhnya mengambil langkah untuk menjaga kesepakatan penting internasional ini dengan niat tulus dan upaya konstruktif, dan di jalur ini, Iran akan mendukung setiap prakarsa praktis dan konstruktif.
"Bagi Jerman, Inggris dan Perancis sangat jelas bahwa Iran akan membalas tegas setiap pelanggaran janji, penyalahgunaan dan langkah-langkah tidak konstruktif," papar Mousavi.
............
340